Painews
Agam Provinsi Sumbar

Guru PAI Murnis.S.Pd.I Tetap Mengajar, Datang ke Rumah Siswa

(Painews.id) Agam — Ibu Guru PAI Murnis.S.Pd.I  adalah guru di SDN 55 Batang Piarau Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam.

Pada saat bangsa ini di landa Wabah covid -19 , Ibu Guru yang satu ini,tak putus asa untuk mengabdi pada bangsa ini.

Kisah Ibu Guru Murnis viral, Ia berbagi cerita bagaimana ia menjalani kesehariannya sebagai guru selama masa pandemi virus corona.

Aktivitas belajar dilakukan dari rumah selama wabah melanda bangsa ini.

Guru dan siswa diminta memanfaatkan teknologi. Materi pembelajaran diberikan secara online.

Praktiknya tak semudah itu bagi Murnis dan para siswanya. Fasilitas belajar online tak dimiliki semua siswa. Jangankan laptop, ponsel saja ada yang tak punya.

tak ingin menambah beban para orangtua siswa. Ia memilih menyambangi rumah siswanya. Satu per satu. Jarak tempuhnya tak dekat.

Murnis menceritakan pengalamannya kepada Wartawan Painews. Id, mendatangi satu per satu muridnya untuk memandu mereka belajar di rumah.

“Sudah beberapa minggu saya berada dalam posisi yang dilematis. Bukan masalah rindu. Tapi tentang imbauan seruan dan himbauan Pak Kadis Pendidikan Kabupaten Agam Isra.S.Pd, M.Pd , agar bekerja dari rumah. Ini jelas tidak bisa saya lakukan, karena murid saya tidak punya sarana untuk belajar dari rumah. Mereka tidak punya smartphone, juga tidak punya laptop.

Jikapun misalnya punya, dana untuk beli kuota internet akan membebani wali murid,” demikian ungkapan Murnis.

Bahkan, ini saya lakukan atas motivasi dan suport dari Ibu Kepala SDN 55 Batang Piarau Nora Susanti. S. Pd, M. Pd.

Kepala SDN 55 Batang Piarau saat di mintai tanggapan nya mengatakan, saya merasa senang sekali, terhadap apa yang telah di lakukan ibuk Murnis.Karena kekhawatiran ibuk terhadap pembelajaran yang tidak dapat dilaksanakan melalui daring karena keterbatasan kemampuan orang tua siswa yang tidak memiliki hp maupun lapto.

Sehingga permasalahan ini dapat teratasi. Atas anjuran ibuk maka pembelajaran dapat dilaksanakan secara luring dengan cara door to door , pembejaran dapat terlaksana. Atas kepiawaian ibuk murnis. Saya selaku kepsek mengapresiasi usaha buk murnis.. Tanpa kenal lelah walaupun bulan puasa. Ujar ” Nora Susanti “.

“Karena mendengar kabar bahwa rata-rata, anak-anak harus belajar dari HP cerdas. Saya terkejut mendengar penuturannya. Lalu pelan-pelan saya bicara. Saya melarangnya. Saya memberikan pemahaman bahwa belajar di rumah, tidak harus lewat HP. Siswa bisa belajar dari buku-buku paket yang sudah dipinjami dari sekolah. Saya bilang, bahwa sayalah yang akan berkeliling ke rumah-rumah siswa untuk mengajari,” lanjut Murnis.

Selain berkewajiban memastikan proses belajar tetap berlangsung meski di tengah pandemi virus corona, Murnis dan para guru lainnya harus melaporkan kegiatan belajar dari rumah yang dilakukan bersama siswa-siswanya.

Oleh karena itu, ia harus turun langsung untuk memastikan semua siswanya tetap bisa belajar, meskipun dari rumah.

Aktivitas belajar dari rumah mulai berjalan pada awal Maret 2020.

Kala itu, Murnis menyadari bahwa tak semua orangtua siswa memiliki kemampuan ekonomi yang baik untuk menyediakan fasilitas belajar online dari rumah.

Awalnya, ia berpikir, situasi ini tak akan berlangsung lama.

“Ternyata diperpanjang, diperpanjang. Terus gimana dengan tugas itu? Gimana dengan mereka? Karena teman-teman (guru) yang lain, rata-rata yang mengajar di kota itu bisa berkomunikasi melalui gadget, bisa melalui video conference, dan lain-lain,” ujar nya lagi.

“Untuk siswa saya, ini tidak mungkin dilakukan, saya bisanya telepon. Bahkan telepon anak-anak itu kan orangtuanya yang punya (handphone). Kadang pernah telepon dan tidak diangkat, karena orangtuanya sedang kerja di luar,” lanjut dia.

Kondisi ini akhirnya membuat Murnis harus melakukan kegiatan mengajar keliling dari satu rumah siswa ke rumah siswa lainnya.

Ia ingin memastikan bahwa anak-anak didiknya tetap menerima pelajaran baik akademik maupun non-akademik, meskipun mereka tidak pergi ke sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Agam, Isra. S. Pd, M. Pd, berharap, apa yang di lakukan oleh guru kita yang satu ini, dapat di tiru oleh guru guru kita yang lain. Jadilah kita pahlawan di tengah perang melawan pandemi covid-19.

Alhamdulillah, kami menyampaikan apresiasi atas inovasi cerdas yg dilakukan guru kita di SDN 55 Batang Piarau.

Ditengah kegiatan belajar mengajar di rumah yg terpaksa dilakukan disaat kita sedang menghadapi darurat Covid _19, pembelajaran harus berlangsung dalam jaringan ( daring).

Tetapi sesuai sikond daerah Kabupaten Agam dan juga keadaan ekonomi orang tua yang tidak sama, tidak semua siswa bisa belajar dgn sistem daring.

Untuk itu seorang guru kita di SD tersebut memimilih mendatangi siswa satu persatu. Ini jelas perbuatan yg patut dibanggakan, karena disamping meringankan beban orang tua, juga meningkatkan motivasi belajar siswa karena mereka bisa bertatap muka dengan guru yg didambakannya.

Semoga inovasi guru kita tersebut bisa dicontoh oleh guru lain yang pembelajarannya tidak bisa dengan sistem Daring. ” Tutup Isra “. ( AL GURU)

Related posts

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno Kunjungi Objek wisata Lawang Park Agam

Tobi

Polres Agam Gelar Upacara Bulanan dan Serahkan Penghargaan Pada Personil

Tobi

Air Bah dari Drainase Meluap, Jalan di Seputar Ibu Kabupaten Agam digenangi Air

Tobi
Share via