Painews
Daerah Hukum

Bantuan Sembako Covid 19 BP Batam, Menuai Pertanyaan

(Painews.id) Batam —Ada ada saja kinerja PA / PPK BP Batam dalam Pengadaan Serta Penyaluran Bantuan Sembako tahap 4 untuk penanganan masyarakat Batam yg terdampak Pandemi Wabah covid 19. Tahun 2020

Bergulirnya pemberitaan di sejumlah media di kota batam terkait salah satu jenis  produk Makanan Kemasan Sarden kaleng dengan merk Po Sung & Joko yg awalnya tak memiliki Sertifikasi halal dari MUI ternyata diduga kuat positif terdapat parasit cacing atau kandungan lain yang tak layak dikonsumsi terutama umat muslim Batam dalam program Bantuan Sembako Bp Batam untuk masyarakat yg terdampak Wabah Covid 19.

Berita tersebut telah membuat heboh sejumlah kalangan masyarakat kota Batam saat ini.

Salah satu contohnya yg terdeteksi oleh Jurnalis Painews.id  dalam Investigasinya,
berbondong bondongnya warga satu kelurahan  di kecamatan Batu aji yakni kelurahan Buliang Kec Batu aji, mereka bersama sama mengembalikan -+ 480 kaleng Sarden ke kantor Lurah Buliang  kecamatan Batu Aji pada waktu lalu.

“saya memang agak  merasa sedikit aneh terhadap bantuan item Sarden ini ” celoteh salah seorang warga Rt 04 RW 06 berinisial M,

M juga menambahkan” awalnya kami ragu dengan Bantuan Sarden  Ini karena tidak memiliki label halal dari MUI Batam ” ungkap M namun setelah itu karena ada pemberitaan pemberitaan di media online khususnya  pada Painews.id,katanya sarden yg terdapat pada paket Bantuan Sembako tahap 4 yg di salurkan BP Batam bermerk Po Sung & Joko tak berlabel halal serta diduga kuat adalah sarden merk  Poh sung Dan merk Jojo dua buah merk kemasan Sarden yg pernah ditarik Bpom beberapa waktu lalu dari peredaran yang diduga dikemas dengan sedemikian rupa kembali dengan modus menukar kertas merk yang membalut kaleng kemasan sarden tersebut dengan isi kaleng sarden yang masih perlu dipertanyakan karena sarden merek Po sung & Jojo kemasannya sangat sederhana sekali padahal barang tersebut kan barang impor dari negara Cina semestinya harus lebih efektif dan rapi lagi karena ini barang luar negeri  yang perlu pengawasan yg ketat,barang seperti ini pernah diduga kuat & terbukti terdapat positif parasit cacing yg cukup berbahaya jika terkonsumsi manusia pada 2018 lalu” papar M

” Ini tersinyalir sungguh cara yang unik diduga  untuk mengelabui pandangan masyarakat yg dimana nama merk JOJO yg pernah ditarik & dicabut Ijin edarnya diduga disulap menjadi JOKO dengan nomor Sertfikasi BPOM berbeda begitu juga dengan merek Poh Sung yg menjadi Po sung beda beda tipis…Ada apa ini ” cerita M kepada  Painews.id

” Kami ini dalam kesusahan  karena pandemi wabah covid 19 yg tak kunjung selesai malah kami diberi bantuan yg diduga sangat membahayakan kesehatan kami khususnya masyarakat Batam ” papar M saat dijumpai Painews di bilangan pasar Aviari Batu Aji.

Hal senada juga diungkapkan oleh inisial A di bilangan Batam centre ,inisial berharap kepada unsur penegakan Hukum kota Batam maupun provinsi Kepri  agar segera memproses hukum terkait temuan ini yg terindikasi Sarat KKN serta disinyalir adanya Pelanggaran UU no 18 thn 2012 tentang Perlindungan Konsumen atau Kebijakan yg Berlebihan atau mungkin adanya penyalahgunaan wewenang guna untuk memberi efek jera kepada PA & PPK, para importir importir yg terindikasi nakal serta yg ikut di dalam upaya dugaan Kejahatan luar biasa yang terindikasi  tersistimatis ini.

Masih dalam pantauan painews.id ,Siapakah pembuat kebijakan yang diduga berlebihan terkait Kata Bantuan Sembako ( Sembilan Bahan Pokok ) sementara isi dari paket sembako tersebut cuma ada  8 item itupun cuma 6 item yang bisa dikategorikan bahan pokok kalau dinilai dari kategori sembako, 2 ( dua ) item yakni sirup & biskuit bukan termasuk item bahan pokok “ungkap sumber lain yg enggan namanya disebutkan.

Ia  juga berharap  pada Para penegak Hukum  jangan Mandul…! baik tingkat Kejaksaan maupun Kepolisian jangan sampai hukum itu hanya tajam  kebawah tapi Tumpul ke atas ” harapnya saat dijumpai Painews.id di bilangan Batam centre.

Sembako Bantuan Covid 19 tahap 4 yg disalurkan BP Batam ini memang sedikit terkesan atau tersinyalir amburadul,,hasil Investigasi yg terhimpun oleh Jurnalis Painews.id,kamis selasa,20/9/2020.

Disamping dalam dugaan  pengolahan merk poh sung menjadi Po Sung , Jojo menjadi Joko dua merk sarden ( Poh Sung & Jojo ) yg pernah ditarik oleh BPOM Kepri 2018 lalu serta dicabut ijin edarnya ,yg kutip dari pemberitaan tribun jabar.id 2018 lalu.karna positif terdapat parasit cacing.

Dua merk sarden Poh Sung & Jojo termasuk 2 merk sarden yang tergolong dari 27 merk sarden yg ditarik Bpom kepri 2018 lalu karna positif terdapat parasit cacing.

Masih dalam program Bantuan Sembako tahap 4 bagi masyarakat yg terdampak Pandemi wabah covid 19 yg disalurkan BP Batam oleh Kepala BP Batam HM Rudi yang juga menjabat sebagai Walikota Batam ini terkesan Carut Marut disamping item sarden yang tak memiliki sertifikasi  halal dari MUI ,Kata Bantuan Sembako yang berarti Sembilan Bahan Pokok sangat tidak cocok untuk program tersebut kenapa harus dipaksakan , siapa yg memiliki kebijakan tersebut karena yg bisa dikategorikan bahan pokok cuma ada 6 item diantara 8 item yg disalurkan BP Batam terhadap Masyarakat yang terdampak Pandemi Covid 19  di kota Batam cuma 6 yg bisa dikategorikan bahan pokok sementara sirup & biskuit belum bisa dikategorikan bahan pokok,diduga ada permainan yang diduga tersistimatis,jikalau ini adalah program sembako yang digaung gaungkan oleh BP Batam berarti mana 1 ( satu ) item lagi karna yg diterima masyarakat hanya 8  item.

Kantor Berita Painews.id masih terus mencoba menginvestigasi hal tersebut sesuai Peran & fungsi demi memenuhi hak dan kewajiban sesuai UU Pers tahun 1999 tentunya serta UU KIP tahun 2008.

Program yang diluncurkan BP Batam selaku Perpanjangan tangan dari Pemerintah dalam bentuk penanganan terhadap masyarakat yg terdampak musibah Pandemi Covid 19 ini memang menimbulkan  berbagai Pertanyaan, baik di kalangan masyarakat atas, menengah maupun bawah yang tersinyalir telah menciderai hati masyarakat khususnya masyarakat Batam.

Masih dalam dugaan yang sama hasil investigasi yg di lakukan oleh kantor berita Painews.id terkait judul program BP Batam dengan Judul Bantuan SEMBAKO  terindikasi tidak cocok serta terkesan carut marut

sebenarnya tidak cocok dalam  program yg disalurkan BP Batam ini,karena arti dari kepanjangan dari kata SEMBAKO adalah SEMBILAN BAHAN POKOK  sementara yang disalurkan hanya 6 bahan pokok 2 item bukan termasuk kategori bahan pokok yakni syrup dan biskuit  dan isi paket sembako yg dibagikan ke masyarakat hanya berjumlah 8 item yakni Beras 10 kg,1 bungkus Biskuit,1 botol Syrup,2 kg minyak goreng ,1 satu kotak Teh celup,satu kaleng sarden ,2 kaleng susu,10 bungkus indomie yang keseluruhan berjumlah 8 item lantas kemana  1 ( Satu ) item lagi,hal ini pun tersinyalir telah mengundang sejumlah pertanyaan di kalangan masyarakat karena ini adalah Program Presiden joko widodo untuk mengantisipasi terpuruknya ekonomi masyarakat akibat dampak dari pandemi wabah covid 19 yg melanda negara di dunia Internasional, Salah satu diantaranya Indonesia.Painews.id perwakilan kepri bersama Amri daftarkan sarden merk po sung & Joko untuk uji lab ke bpom Ri cabang kepri di Nongsa Batam 7/9/2020

Lebih lanjut hasil pantauan painews.id ,Selain dari tak memiliki sertifikat halal dari MUI,Sarden yg bermerek PO SONG serta JOKO  terkesan amburadul serta diduga Sarat KKN yg cukup besar pasalnya Bpom RI dengan berbagai keterangan tersinyalir Bpom RI cabang Kepri yg bertempat di kelurahan Batu Besar,Nongsa Batam  menolak untuk melakukan uji lab atau memberikan hasil uji lab karena alasan Perka Bpom walau pihak Painews sudah menyampaikan dengan tentang UU Pers 1999 serta UU KIP thn 2008 terhadap hal tersebut saat Paines.id mendatangi Bpom pada rabu 23/9/2020 terkait Sarden ( Makarel )  merk Po Sung & Joko saat Painews.id dengan membawa 4 kaleng sarden dengan merk joko 2 kaleng dan merk Po sung 2 kaleng mendatangi kantor bpom RI cabang kepri di Nongsa Batam pada 7/9/2020 untuk meminta Bpom kepri lakukan uji lab karena sudah menjadi konsumsi publik di pemberitaan dimasyarakat Batam dan Painews.id  diminta datang kembali oleh Pihak BPOM RI Cabang Kepri pada Sabtu 19/9/2020

Namun sayang Bpom RI cabang Kepri memberikan jawaban yang terkesan tidak/ kurang efektif dan efisien pada Painews.id pada selasa 23/9/2020 dengan alasan apakah sudah ada korban, jadi kami tidak bisa melakukan uji lab ini kami hanya memeriksa secara kasat mata saja ternyata tak ada kami dapati parasit cacing atau cacing kremi,terang Bpom RI cabang Kepri dalam kepemimpinan yosef Dwi Irwan ini.

Hasil rangkuman pantauan,komfirmasi,investigasi Painews.id, terhadap sejumlah masyarakat Batam,masyarakat Batam  berharap Semoga Penyidik Kepolisian Republik indonesia dalam hal ini Polda Kepri dibawah Pimpinan Irjend Pol.Aris Budiman serta Kejati Kepri di Bawah Kepemimpinan Sudarwi Dadi  dapat menguak serta mengurai terkait Bantuan Sembako covid 19 ini yg diduga carut marut Serta sarat KKN ,harap beberapa masyarakat Batam yg sempat dijumpai painews.id yg enggan nama-namanya ditulis,

Lebih lanjut dalam pantauan Painews.id  masyarakat berharap kepada pihak Kepolisian dalam hal ini Polda Kepri dan Kejaksaan Tinggi Kepri bisa bekerja sesuai peran & fungsinya dalam memantau serta menindak jikalau ada kebijakan kebijakan yang berlebihan sehingga merugikan masyarakat dan negara.dalam pengelolaam Dana covid 19 yg dikucurkan besar- besaran oleh presiden jokowi dalam upaya  membantu rakyat atau masyarakat yg sedang butuhkan sandaran .

Program Peluncuran Bantuan BP Batam terhadap masyarakat Batam yg terkena Pandemi Covid 19 ini dalam pantauan Painews.id teridikasi berbanding terbalik dari yg diharapkan.

Hal senada juga disampaikan oleh salah satu anggota Dprd Kota Batam Zaenal dari Fraksi PKS yang dapat dikutip Painews.id.

Zaenal melalui pesan wathsapnya pada Painews.id ketika mengetahui dari kiriman link berita terkait pemberitaan Painews.id tentang Sarden Merk Po Sung yg beredar di masyarakat yg tak memiliki Sertifikat Halal dari MUI kepadanya beberapa waktu lalu.
Zaenal menuliskan” Wah ini keterlaluan sarden tak ada label halal….”.tulis zaenal pada Pesan Wathsapnya kepada Painews.id  Semua sdh dikomunikasikan ke fraksi dan komisi yg ada ” sambung Zaenal melaului Pesan wathsapnya pada Painews.id beberapa waktu lalu.

Ditempat terpisah painews.id  menkompirmasikan terkait pemulangan sejumlah item sarden merk Po Sung yg ada dalam paket Bantuan Covid 19 tahap 4 yg disalurkan BP Batam untuk warga Batu Aji melalui Camat Batu Aji,Ridwan

Ridwan mengatakan ” memang benar tapi sudah kami kembalikan lagi ke warga melalui kelurahan buliang”kata Ridwan singkat melalui hp selulernya saat dihubungi Painews.id  22/9/2020

Keterangan serupa juga disampaikan oleh lurah Buliang Yulisbar saat Painews.id mendatangi kantor lurah buliang di kec Batu Aji,Lurah Buliang Yulisbar menjelaskan” memang benar ada sekitar -+ 480 kaleng Sarden ( Makarel ) yg dikembalikan warga buliang dari berbagai RW ke Kantor kelurahan ini ” jelas Yulisbar  pada Painewd.id
”  tapi sekarang sudah kami kembali lagi kepada warga dan didampingi unsur unsur terkait belakangan ini” papar yulisbar pada painews.id diruangan kerjanya rabu 23/9/2020.

Sampai berita ini selesai dikemas dan di terbitkan Ketua Dprd Nuryanto yg akrab dipanggil Cak Nur belum tersambung dengan baik.***Novizul Khoy…

 

Related posts

LP Kekerasan Seksual Anak Dibawah Umur Di Polres Lamtim, AKP Faria Arista : Proses Hukum Tetap Berlanjut

Tobi

Kemenpora dan Polri Pastikan Gelaran Piala Menpora Terapkan Prokes Ketat

painewsadmin

Kapolres Sidrap sambut baik Pengurus Korwil FPII

Tobi
Share via