Curah Hujan Tinggi Ketua IDI Lampura, dr. Hj. Sri Haryati, M. Kes., Sp. KKLP, : Waspada Nyamuk Aedes Aegypti

122

(Painews.id)Lampung Utara— Curah hujan tinggi di Lampung Utara (Lampura) mengakibatkan berkembang biaknya nyamuk dapat tak terkendali. Salah satu jenis nyamuk yang sangat berbahaya adalah Nyamuk Aedes Aegypti sebagai media penularan Demam Berdarah Degue (DBD). Meskipun saat ini sedang dalam keadaan mewabahnya Corona Viruses Disease 2019 (Covid-19), wabah DBD tetap mengintai, berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) jumlah kasus DBD di Indonesia mencapai 112.954 kasus pada tahun 2019 dan 71.633 kasus pada tahun 2020, Provinsi Lampung menduduki peringkat 5 (Lima) kasus terbanyak di Indonesia (https://www.kemkes.go.id/article/view/20070900004/hingga-juli-kasus-dbd-di-indonesia-capai-71-ribu.html).

Oleh sebab itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Lampura, dr. Hj. Sri Haryati, M. Kes., Sp. KKLP mengingatkan bahwa dengan tibanya musim penghujan seperti saat ini akan muncul dan meningkatnya kasus DBD yang sebenarnya lebih mematikan dibanding Covid-19. Jangan sampai terlena karena sibuk mengurusi Covid-19 sehingga mengabaikan DBD yang lebih berbahaya.
“Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama memberantas nyamuk Aedes Aegypti dengan cara 3 (Tiga) M yang secara umum telah kita ketahui bersama, yaitu Menguras, Mengubur dan Menutup,” Tegasnya. Minggu (24/01/2021).

Ketua IDI Lampura meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampura melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk mensiagakan petugas-petugas kesehatan khususnya petugas Promosi Kesehatan (Promkes) agar meningkatkan penyuluhan atau edukasi kepada masyarakat tentang DBD, bagaimana penularan dan pencegahannya serta bahaya DBD jika terlambat mendapatkan penanganan.
“Apalagi dengan situasi pandemi ini, Rumah Sakit sedang fokus terhadap penanganan Covid-19, ruang-ruang perawatan juga lebih banyak dialokasikan untuk penanganan Covid-19, sehingga akan menambah berat penanganan masyarakat jika terkena DBD,” Ujar dr. Sri Haryati,

Kemudian, dr. Sri Haryati mengimbau kepada seluruh masyarakat Lampura untuk melaksanakan 3 (tiga) M, yaitu dengan menguras bak mandi minimal seminggu sekali, menutup tempat penampungan air dan mengubur barang-barang bekas yang dapat menampung air.

“Mari giatkan gotong royong secara rutin, semoga dengan cara-cara itu, Insya Allah terhindar dari penyakit DBD,” Tukasnya. (za)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini