Painews
Agam Provinsi Sumbar

LENI PITRIANIS : “CORONA HIDAYAH BAGI ORANG TUA MURID”

(Painews.id) Agam — Leni pitrianis,S.Pd merupakan anak ketiga dari enam bersaudara.Dia lahir di Tengkong-tengkong, 17 Agustus 1985.Dia merupakan guru di SDN Sago kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam.

Bagi penulis menulis merupakan hal yang menarik dan menantangkarena susuah-susah gampang saat mengeluarkan inspirasi dan merangkainya menjadi sebuah kata dan susunan kalimat yag menarik sehingga dapat di pahami oleh si pembaca.

Maka dari itu penulis berharap semoga tulisannya dapat member inspirasi bagi setiap pembacanya.penulis dapat di hubungi melalui Email pitrianisleni@gmail.com atau facebook Leni Pitrianis.

Corona,Hidayah bagi Wali Murid”
0leh : Leni Pitrianis,S.Pd
( Guru SDN 11 SAGO,Lubuk Basung Kabupaten Agam )

Corona merupakan wabah mematikan yang melanda dunia termasuk Indonesia ,dengan munculnya corona semua aktifitas dan kegiatan kita menjadi terganggu termasuk pendidikan . namun siapa sangka di balik bencana yang melanda ada hikmah yang di terima .terutama dalam hal pendidikan, pendidikan merupakan pengaruh besar dalam membentuk sumber energy manusia yang bermutu.karena melalui pendidikan dapat membentuk generasi yang berilmu pengetahuan dan berakhlak mulia.

Apabila ditinjau dari realita pembelajaran Indonesia saat ini , keberhasilan dari tujuan tersebut masih sangat jauh dari kata tercapai. Hal tersebut di sebabkan kurangnya perhatian orang tua terhadap pendidikan anak-anaknya. Masih banyak orang tua yang kurang menyadari akan perannya dalam mendukung pendidikan anak bahkan orangtua malah menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak-anaknya pada pihak sekolah.padahal untuk mewujudkan keberhasilan dalam pendidikan dibutuhkan kerja sama yang harmonis antara pihak sekolah dan orang tua.

Namun Semenjak korona melanda Indonesia, pemerintah memutuskan agar semua rakyat Indonesia untuk belajar,bekerja,dan beribadah di rumah.

Belajar dari rumah mulai di lakukan oleh pelajar dan mahasiswa.selama proses belajar mengajar berlangsung di rumah, anak-anak di pantau dan di bimbing oleh guru dan orang tua masing-masing.

Kebijakan tersebut ternyata dapat memberi dampak yang positif bukan hanya untuk siswa melainkan, orang tua siswa pun dapat berubah cara pandangnya terhadap pendidikan.

Orang tua yang dulunya acuh dan tak peduli terhadap perkembangan dari pendidikan anak-anaknya perlahan mulai membaik.bahkan semenjak terjadinya covid19 ini orang tua siswa semakin antusias terhadap tugas dan aktifitas anaknya.dan orang tua pun tak segan-segan bertanya pada guru tentang materi yang di berikan oleh guru untuk kegiatan belajar di rumah.

Selain itu orang tua juga hendaknya mampu menanamkan nilai-nilai budi pekerti kepada anak-anaknya seperti sopan santun dalam bicara,menyapa orang lain,menghormati dan menghargai orang lain termasuk guru di sekolah.

Jika kita perhatikan saat ini sebagian orang tua tak lagi menghargai guru maupun pihak sekolah yang telah membantu dalam meningkatkan mutu pendidikan dan merubah akhlak anak-anaknya di sekolah.

Orang tua sering kali lupa bahwa guru juga merupakan manusia biasa yang juga butuh perhatian ,guru juga ingin di hargai oleh orang tua murid-muridnya.

Bagaimana seorang siswa bisa menghagai seorang guru apabila orang tuanya sendiri tidak memberikan contoh terhadap anaknya bagaimana bersikap yang baik terhadap gurunya.

Pada masa sekarang ini sering kali kita temukan bagaimana seorang guru di hina dan bahkan di tuntut secara hukum oleh orang tua siswanya sendiri .

Dan bahkan ada pula di temukan seorang siswa sekolah dasar berani mengeluarkan kata ancaman kepada gurunya apabila berani memarahinya maka dia tak segan-segan untuk melaporakannya ke pihak yang berwajib.

Apa yang terjadi dengan semua ini? Bagaimana sebuah pendidikan dapat berjalan sesuai dengan keinginan dan harapan mulia dari seorang guru ? jika kenyataannya hak seorang guru untuk mendidik dan mengajar sepenuhnya telah di rampas, dengan aturan kebebasan dalam mengkritik dan menghakimi.

Berbagai aturan Negara seolah membatasi ruang gerak guru, membuat guru ketakutan dan cemas untuk berbuat lebih banyak bagi siswanya . Berusaha tegas sedikit hukum langsung bertindak .

Guru merasa di intimidasi.Padahal seorang guru harusnya memiliki kebebasan untuk berbuat banyak demi memajukan pendidikan dan kualitas siswanya.

Menghargai dan menghormati orang lain terutama guru merupakan hal yang penting di tanamkan pada diri anak sejak usia dini.sehingga mereka bukan hanya menjadi anak yang cerdas di sekolah tetapi juga cerdas dalam bersikap dan bersopan santun

Dengan system pembelajaran tesebut , sikap orang tua siswa pun kini mulai mencair,para orang tua mulai merasakan betapa sulitnya mendidik dan mengajari anaknya di rumah.

Secara perlahan orang tua pun mulai menyadari bagaimana susahnya guru di sekolah menghadapi sekian banyak murid dengan sikap dan prilaku yang berbeda-beda.

Kini orang tua siswa pun sering memberi masukan dan motivasi pada guru .bahkan merekapun sering berkata pada guru supaya bencana virus corona ini cepat berlalu sehingga anak-anaknya dapat sekolah seperti biasanya.

Karena mereka sudah tidak sanggup lagi mengajar dan membimbing anaknya di rumah. Bukan hanya orang tua, siswapun mulai mengeluh karena lebih memilih dan menyukai gurunya yang mengajar di banding orang tua di rumah.

Anak merupakan tugas bersama yang harus dilakukan oleh orang tua dan guru,dengan adanya bencana ini diharapkan kedepannya orang tua dan guru dapat selalu bekerja sama untuk mendidik anak.Saling mendukung dalam membina dan mengajari anak tentang nilai-nilai dan karakter yang baik,sehingga menghasilkan anak yang bermartabat ,ber ilmu dan ber aklak mulia. ( AL GURU).

Related posts

Ketua IDI Agam : ” Tenaga kesehatan dapat menciptakan budaya kerja sesuai SOP atau protokol Covid-19.”

Tobi

Dinas PU Agam Bersama Tim Geologi Universitas Andalas Tengah Melakukan Riset Pembangunan jalan di Kelok 10

Tobi

Ciptakan Karya Ikonik Lubuk Basung, Minanghana Fashion Bakal Gelar Pelatihan Membatik

Tobi
Share via