Painews
HukumPEMPROV Lampung

Di Duga Korupsi 1,4 Miliar Lebih, Dirut RSUD Abdul Moeloek Enggan Berikan Penjelasan

(Painews.id)Bandar Lampung  Dugaan Korupsi pada tahun 2018 Di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek Sebesar 1,4 Miliar lebih, makin menguat Pasalnya Upaya untuk Konfirmasi agar Permasalahan Dapat Di klarifikasi oleh Direktur Utama RSUD Abdul Moeloek , dr. Hery Djoko Subandriyo Belum dapat Ditemui, Dengan Alasan yang bersangkutan sibuk

Jika melihat struktur RSUD Abdul Moeloek Sudah sangat Jelas Ada bagian Humas yang Dipimpin oleh Kasubag Humas Namun faktanya Kewenangan Humas sebagaimana mestinya, seperti tidak Berjalan, Anehnya Pihak Humas menyapaikan permasalahan tahun 2018, pada pekerjaan tersebut minim informasi maupun Data, Bagian terkait yang Faham sedang sibuk.

Upaya painews.id untuk konfirmasi selasa 21/01 sudah mengahadap Kasubag Humas RSUD Abdul Moeloek ibu Ria dan menyapaikan Subtansi Masalah yaitu Hasil LHP BPK Perwakilan Lampung ada temuan Pengurangan Volume sebesar 1,4 Miliar pada 4 aitem Pekerjaan, juga menjalin Komunikasi secara intens akan tetapi jawabanya, minim informasi, “terkait masalah tersebut, mohon dimaklumi saya Pribadi ibu Ria Red menjabat baru tiga bulan menjadi kasubag Humas, untuk pihak yang mengerti masalah itu sedang sibuk pak Zaim sedang ke pemda mengenai waktu pasnya gak bisa janji , sebenarnya udah dijawab mesti jawab apalagi Kata ibu Ria

Berita pada Edisi senin 20 januari 2020 “Pada Tahun 2018 RSUD Abdul Moeloek Melaksanakan Pekerjaan Pengadaan AC Gedung Rawat Jalan dan Gedung Perawatan Anak dengan Anggaran 3,1 Miliar Lebih yang bersumber dari Dana Subsidi APBD PEMPROV Lampung, Sempat Menuai masalah “Pasalnya” Pekerjaan Tersebut Diduga Terdapat Pengurangan Volume atas item pekerjaan Sebesar 400 juta lebih

Ikhwal Informasi Pekerjaan Tersebut Dibenarkan Oleh dr. Elitha M Utari,MARS Direktur umum dan keuangan RSUD Abdul Moeloek “Memang benar tahun 2018 Ada Pekerjaan Pengadaan AC Gedung Rawat Jalan dan Gedung Perawatan Anak itu ada kok bisa dilihat, untuk anggaran tidak tahu persis, ucapnya. Senin 20/1

Mengenai sumber Dana harus di Pahami agar tidak salah informasi kami RSUD Abdul Moeloek menejemennya BLUD kita punya Dua sumber Dana yaitu dari Pendapatan BLUD(Badan Layanan Umum Daerah) dan Dana subsidi Dari PEMPROV Lampung Kata dr. Utari

Untuk Pekerjaan Pengadaan AC Gedung Rawat Jalan dan Gedung Perawatan Anak itu bersumber dari Dana Subsidi PEMPROV Lampung, tentu mekanismenya dengan di Lelang, sesuai Aturan jadi sepertinya gak ada masalah

Pada Kesempatan yang Sama Zaim,SKM.,MM Kasubag PPL RSUD Abdul Moeloek Mengatakan Pekerjaan Pengadaan AC Gedung Rawat Jalan dan Gedung Perawatan Anak, pada waktu itu sudah PHO dan Dinyatakan Selesai 100 % sudah diserah terimakan bulan September 2018 , dan anggarannya kalau gak salah 3,1 Miliar Lupa persisnya

Terkait Hasil dari BPK Perwakilan Lampung yang Terdapat Kekurangan Volume 400 juta lebih, sudah dikemblikan ke KAS Daerah oleh pihak Rekanan melalui PPK RSUD Abdul Moeloek antara bulan Maret atau April 2019 Ada bukti Restensinya, Ungkap Zaim.

Agar untuk Diketahui Publik penjealasan yang sampaikan Zaim,SKM.,MM Bahwa PPK RSUD Abdul Moeloek Sudah mengembalikan ke KAS Daerah Ada ketidak sesuaian dari Hasil LHP BPK Perwakilan Lampung yang dikeluarkan pada tanggal 24 Mei 2019. tentu ini menimbulkan kecurigaan dan menjadi pertanyaan publik ? yang harus mendapat Penjelasan secara riil. (Teem kaperwil)

Related posts

Raker Dana Desa 2020, Gubernur Arinal Minta Prioritaskan Kesejahteraan

Tobi

100 Paket Sembako Untuk Masyarakat Natar, Dibagikan Oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung

Tobi

Ketua Tim Penggerak PKK Riana Sari Arinal, Memberikan Bantuan ke 4 Pondok Pesantren

Tobi
Share via