Painews
Agam Provinsi Sumbar

Carut Marut Aturan Untuk Penerima Bantuan KPM Di Kabupaten Agam

(Painews.id) Sumatera Barat — M. Noer (88) lansia di Batu Palano Jorong II Balai Ahad, Kecamatan Lubukbasung senang bukan kepalang, pasalnya nama almarhumah istrinya yang telah dua tahun lalu meninggal dunia keluar sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Sosial (Bansos) berupa sembako dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) tahun 2021.

Dengan usia rentanya itu, M.Noer dengan keterbatasan jika harus berdesakkan dengan KPM lain di Kantor Wali Nagari Lubuk basung, untuk mengambil Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) sekaligus buku rekening yang menjadi pegangan penerima.

Beruntung M. Noer memiliki beberapa orang anak, sehingga ia mendelegasikan tugas berat itu kepada mereka. Melalui anak bungsunya, Depit (30), M. Nur berharap empat karung beras, dua papan telur ayam, sebungkus ikan kering dan uang tunai Rp600 ribu bisa pula ia terima, seperti tetangganya yang lebih dahulu menerima.

Alhasil, anaknya hanya bisa membawa pulang empat karung beras, dua setengah papan telur ayam dan uang tunai senilai Rp200 ribu. Jumlah itu setara dengan nilai 3 bulan bansos sembako dari Kemensos RI.

Kepada Media PAInews.id, Depit, anak M.Noer bercerita, bantuan yang diterimanya itu menjadi dilema, pasalnya saat yang lain menerima bantuan untuk 6 bulan, keluarganya hanya menerima separuh, bahkan berpeluang tidak lagi menerima untuk kedepan.

“Dari awal saya sudah ingin bantuan ini dicabut saja, karena orang tua saya sudah meninggal. Namun, pihak penyalur KKS ketika itu membuka kesempatan, bagi KPM meninggal dunia bisa diwariskan ke anggota keluarga yang ada di kartu keluarga dengan melampirkan keterangan kematian. Jadi ya, saya urus juga syarat itu,” ujar Defit, Kamis (13/1).

Diceritakan, untuk mencairkan bantuan itu ia harus bolak-balik ke kantor wali nagari Lubukbasung dalam sepekan terakhir, hampir selama seminggu, untuk mendapatkan akurasi informasi tentang adual pasti pengambilan KKS itu.

Baru, Selasa (4/1) lalu bantuan sembako di tengah pandemi Covid-19 itu akhirnya bisa dicairkan, dengan catatan pengambilan sembako itu harus didampingi penyalur dari bank dan relawan sosial setempat. Setelah bantuan diterima, KKS itu disimpan kembali oleh pemilik Brilink berlogo e-wallet di Ampu, Jorong Parik Panjang, Nagari Lubukbasung.

“Pada saat itu bantuan kata orang Brilink itu cuma masuk selama 3 bulan, yang tiga bulannya lagi dijanjikan tanggal 10 Januari atau menunggu telepon dari orang bank, namun hingga tadi siang belum ia belum menerima telepon yang dimaksud.”

“Tadi sore saya coba menanyakan orang bank melalui WA soal bantuan yang tiga bulan lagi, dijawab ‘emang ndk masuak lai do’,” ungkapnya.

Ia menilai ada kejanggalan terkait jumlah bantuan yang diterima. Pasalnya, hanya KPM yang meninggal dunia yang merima bantuan untuk 3 bulan. Padahal, pihak penyalur baru mengetahui KPM itu meninggal disaat pengambilan kartu dan rekening.

“Ini kan berarti tidak ada pengelompokkan antara KPM yang meninggal atau yang masih hidup. Mereka mengatahui itu saat saya yang mengatakan kalau orang tua sudah meninggal. Jika saya tidak jujur waktu itu, bisa jadi saya akan menerima bantuan untuk 6 bulan dan bulan-bulan seterusnya. Kan begitu logikanya,” terangnya lagi.

Ia menambahkan, jika memang bantuan bagi KPM yang meninggal hanya mendapat jatah bantuan 3 bulan, ia bisa menerima keputusan tersebut. Bahkan, ia juga berkenan kartu pengambilan beras yang dipegang penyalur itu untuk dimusnahkan agar tidak muncul kesalahpahaman.

“Bisa jadi kasus serupa saya ini juga dialami KPM yang lain. Sebagai orang awam saya berpesan, lain kali penerima bantuan ini benar-benar diverifikasi, jangan sampai kalau sudah begini kita mulai mencari-cari kambing hitam,” harapnya.

Terpisah, Rahmi Artati, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, mengatakan, terkait program bansos itu, pihaknya tidak ada menerima petunjuk secara tertulis dari Kementerian Sosial. Pasalnya, kementerian langsung berurusan dengan pihak bank.

“Untuk jumlahnya saja berapa di Agam yang mendapatkan, sampai saat ini kami belum mendapatkan datanya,” katanya.(Bj.Rahmat).

Related posts

SMAN 1 Bukittinggi Berikan Bantuan APD

Tobi

DPKP Agam Usulkan 11 Poklahsar Sebagai Calon Penerima Bantuan Pemerintah

Tobi

Satu Orang Warga ke Nagarian Gadut Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam Terkonfirmasi positif Covid 19

Tobi
Share via